Uang pribadi dan uang usaha yang bercampur membuat untung dan rugi sulit dibaca. Ini cara memisahkannya mulai dari rekening, catatan, sampai gaji sendiri.
Warung ramai, tetapi uang di laci selalu terasa tipis. Salah satu penyebab paling umum adalah uang usaha dan uang pribadi tercampur. Kamu tidak tahu apakah usahamu untung, atau sebenarnya sedang dibiayai tabungan sendiri.
Kenapa perlu dipisah
- Kamu bisa melihat untung atau rugi usaha yang sebenarnya.
- Modal usaha tidak habis untuk kebutuhan sehari-hari.
- Kamu lebih mudah membuat keputusan, seperti menambah stok atau menaikkan harga.
- Kalau suatu hari butuh pinjaman, catatannya lebih rapi.
Langkah memisahkan
1. Buka rekening terpisah. Satu rekening untuk usaha dan satu untuk pribadi. Kalau belum memungkinkan, mulai dengan kantong atau amplop terpisah.
2. Tentukan gaji untuk dirimu sendiri. Putuskan jumlah tetap yang kamu ambil dari usaha tiap minggu atau bulan sebagai pengganti penghasilan. Ambil hanya sebesar itu.
3. Catat semua pengambilan. Kalau kamu mengambil uang di luar gaji, catat sebagai pengambilan pribadi.
4. Bayar kebutuhan pribadi dari rekening pribadi. Jangan memakai kas usaha untuk belanja rumah tanpa dicatat.
5. Bayar kebutuhan usaha dari kas usaha. Kalau terpaksa memakai uang pribadi, catat sebagai pinjaman ke usaha dan kembalikan.
6. Catat saldo layanan digital terpisah. Kalau kamu melayani pulsa atau pembayaran tagihan, saldo layanannya bagian dari modal usaha. Pisahkan dari uang belanja.
7. Rekonsiliasi tiap akhir bulan. Cocokkan catatan dengan saldo rekening dan uang tunai yang ada.
Kesalahan yang sering terjadi
- mengambil uang laci untuk jajan atau kebutuhan mendadak tanpa mencatat
- menganggap seluruh uang masuk sebagai laba
- tidak memperhitungkan modal yang tertahan di stok
- membayar utang pribadi dari kas usaha
Kalau usahamu satu orang
Meski kamu satu-satunya pekerja, tetap beri dirimu gaji tetap. Dengan begitu, kalau usaha tidak mampu membayar gajimu, kamu tahu ada masalah lebih awal.
Penutup
Pemisahan tidak perlu sempurna di hari pertama. Mulai dari satu langkah: tentukan jumlah tetap yang kamu ambil dari usaha, dan hanya ambil sebesar itu.
