Harga jual yang asal ikut tetangga bisa menggerus untung. Ini rumus sederhana untuk menghitung margin, harga jual, dan titik harga agar tidak rugi.
Banyak pemilik toko menentukan harga dengan melihat toko sebelah. Cara itu cepat, tetapi berisiko: toko sebelah punya biaya berbeda, dan harga yang sama belum tentu memberimu untung.
Berikut cara menghitung harga jual dari biayamu sendiri.
Dua istilah yang perlu dipisah
- Margin adalah selisih antara harga jual dan harga beli, dibagi harga jual.
- Mark-up adalah selisih yang sama, dibagi harga beli.
Keduanya sering tertukar. Untuk barang yang sama, mark-up selalu lebih besar daripada margin. Pilih satu cara, dan pakai terus agar hitunganmu konsisten.
Rumus dasar
Laba kotor per barang = harga jual - harga beli Margin (%) = laba kotor / harga jual x 100 Mark-up (%) = laba kotor / harga beli x 100 Harga jual = harga beli / (1 - margin yang diinginkan)
Contoh hitungan
Angka di bawah hanya contoh untuk memperlihatkan cara kerja rumus, bukan patokan harga.
Misalkan sebuah barang kamu beli Rp10.000 dan kamu ingin margin 20%.
Harga jual = 10.000 / (1 - 0,20) = 12.500 Laba kotor = 12.500 - 10.000 = 2.500
Kalau kamu menjual Rp12.000, margin sebenarnya:
Margin = (12.000 - 10.000) / 12.000 = 16,7%
Jangan lupa biaya lain
Laba kotor belum dikurangi biaya yang kamu keluarkan untuk menjalankan toko:
- listrik, air, dan sewa tempat bila ada
- kantong plastik dan alat tulis
- barang rusak atau kedaluwarsa
- gaji atau uang makan karyawan bila ada
- waktu kamu sendiri
Barang yang tampak untung di rak bisa merugi setelah biaya itu dihitung. Karena itu margin target biasanya lebih tinggi untuk barang yang lambat laku atau mudah rusak.
Cara menentukan harga di praktik
- Catat harga beli terbaru. Harga grosir berubah, jadi cek rutin.
- Tentukan margin berbeda per jenis barang. Barang kebutuhan pokok yang harganya sangat dibandingkan pembeli biasanya bermargin tipis. Barang kecil yang jarang dibandingkan bisa bermargin lebih besar.
- Bulatkan ke nominal yang mudah. Kembalian lebih mudah dan transaksi lebih cepat.
- Tinjau ulang tiap beberapa bulan. Kalau harga beli naik tapi harga jual tidak ikut naik, marginmu menyempit tanpa terlihat.
Soal bersaing dengan toko lain
Kamu tidak harus selalu paling murah. Pelanggan toko kelontong sering membeli karena dekat, mudah, dan dikenal. Kalau harga satu dua barang andalan kamu samakan dengan sekitar, kamu bisa menahan margin lebih sehat di barang lain.
Penutup
Hitung dulu, bandingkan sesudahnya. Dengan rumus margin, kamu tahu berapa harga minimum sebelum merugi, dan keputusan menurunkan harga jadi sadar, bukan dugaan.
